Nelayan Bantul Bakal Punya SPBN dan Asuransi dari Pemerintah Pusat

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:44:56 WIB
Nelayan Bantul Bakal Punya SPBN dan Asuransi dari Pemerintah Pusat

JAKARTA - Penguatan sektor perikanan tangkap di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta terus digencarkan pemerintah. 

Di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Srandakan, Bantul, rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan penyediaan asuransi menjadi langkah lanjutan setelah berbagai fasilitas dasar selesai dibangun. 

Skema ini dirancang untuk memperkuat operasional nelayan sekaligus memberikan perlindungan atas risiko kerja di laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, stasiun pengisian bahan bakar nelayan di sekitar Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY akan segera dibangun.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan asuransi. Untuk asuransi, kata dia, akan dibayarkan pemerintah awalnya, selanjutnya oleh KNMP.

Hal itu, kata Trenggono, supaya nelayan dapat mandiri.

"SPBN yang harus disediakan di sini kita upayakan mudah-mudahan bisa secepat, yang kedua asuransi nelayan wilayah berisiko," katanya

Fasilitas KNMP Sudah Diperbaiki

Trenggono menjelaskan bahwa fasilitas di KNMP Poncosari saat ini sudah komplit dan mengalami sejumlah perbaikan dibandingkan kunjungan pertamanya beberapa waktu lalu. Ia menilai progres pembangunan telah menunjukkan hasil signifikan.

Pembangunan di antaranya meliputi Gudang Beku Portable, Pabrik Es Portable, Bangunan Shelter Pendaratan Ikan, hingga kios. Fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang aktivitas nelayan, mulai dari pendaratan hasil tangkap hingga penyimpanan dan distribusi.

Dengan adanya gudang beku portable, hasil tangkapan nelayan dapat disimpan dalam kondisi segar lebih lama. Pabrik es portable mendukung kebutuhan pendinginan sebelum ikan dipasarkan. Shelter pendaratan ikan mempermudah proses bongkar muat, sedangkan kios memberi ruang usaha tambahan bagi masyarakat sekitar.

Untuk aspek pemasaran, pengelola KNMP telah bekerja sama dengan beberapa pihak. Kerja sama ini dimaksudkan agar hasil tangkapan memiliki akses pasar yang lebih luas dan nilai jual yang lebih baik.

Trenggono menyebut, sebanyak 100 KNMP dibangun di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2025. Salah satunya berada di Poncosari.

"Sudah bagus, saya berterima kasih pada Pak Dirut Adhi Karya yang baru sebelumnya ada beberapa yang saya komplain, dan rupanya yang dikerjakan cukup banyak, dan beliau janji pada saya dikoreksi. Ini sudah dikoreksi Alhamdulillah bagus," kata Sakti.

SPBN dan Skema Asuransi

Rencana pembangunan SPBN menjadi perhatian penting karena bahan bakar merupakan kebutuhan utama nelayan saat melaut. Dengan SPBN yang berada dekat kampung nelayan, distribusi BBM diharapkan lebih mudah diakses serta mendukung kelancaran operasional kapal.

Selain SPBN, pemerintah menyiapkan asuransi nelayan sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko di wilayah berisiko tinggi. Pada tahap awal, premi asuransi akan ditanggung pemerintah. Selanjutnya, pembiayaan akan dialihkan kepada pengelola KNMP agar tercipta kemandirian dalam jangka panjang.

Skema ini tidak hanya memberikan jaminan perlindungan, tetapi juga mendorong tanggung jawab kolektif komunitas nelayan dalam mengelola program secara berkelanjutan. Dengan demikian, dukungan pemerintah menjadi pemicu awal sebelum sistem berjalan mandiri.

Potensi Perikanan Poncosari

Poncosari dipilih sebagai lokasi KNMP karena memiliki potensi perikanan yang besar. Komoditas utama di wilayah ini meliputi layur, trejet, dan tongkol, yang selama ini menjadi andalan tangkapan nelayan setempat.

Dari total 4.324 kepala keluarga, sebanyak 230 penduduk berprofesi sebagai nelayan. Aktivitas tersebut didukung oleh 79 unit kapal yang tercatat aktif beroperasi di desa ini.

Dengan jumlah nelayan dan armada yang cukup signifikan, penguatan fasilitas dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kehadiran SPBN dan asuransi menjadi pelengkap dari infrastruktur yang telah tersedia.

Dukungan DPR dan Evaluasi Lanjutan

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto turut meninjau pembangunan KNMP di Bantul. Ia menyampaikan apresiasi atas fasilitas yang telah dibangun.

"Sudah kami cek modern dan bagus sekali, pastinya bermanfaat bagi nelayan," kata dia.

"Mengenai kekurangannya nanti kita bicarakan lagi, termasuk SPBN," kata Titiek.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi terhadap fasilitas dan kebutuhan tambahan akan terus dilakukan. SPBN menjadi salah satu poin yang akan dibahas lebih lanjut agar manfaatnya maksimal bagi nelayan.

Target Nasional dan Kemandirian Nelayan

Program pembangunan 100 KNMP secara nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi pesisir. Di Poncosari, konsep pengembangan dilakukan dengan pendekatan terintegrasi, mulai dari fasilitas pendaratan ikan hingga pengolahan dan pemasaran.

SPBN dan asuransi diposisikan sebagai penguat sistem yang sudah ada. Dengan ketersediaan bahan bakar yang lebih dekat dan perlindungan risiko kerja, nelayan diharapkan dapat melaut dengan lebih tenang dan produktif.

Trenggono menekankan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah menciptakan kemandirian. Pemerintah hadir pada tahap awal melalui pembangunan fasilitas dan pembiayaan asuransi. Namun, ke depan pengelolaan akan dilakukan secara mandiri oleh komunitas KNMP.

Melalui pembangunan infrastruktur, dukungan perlindungan sosial, serta kerja sama pemasaran, KNMP Poncosari diarahkan menjadi model kampung nelayan modern. Potensi perikanan yang sudah ada diperkuat dengan sistem yang lebih tertata.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap kesejahteraan nelayan meningkat dan aktivitas ekonomi pesisir tumbuh berkelanjutan. KNMP Poncosari menjadi salah satu contoh konkret bagaimana pembangunan fisik dipadukan dengan penguatan sistem perlindungan dan operasional nelayan.

Terkini