Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Ini Perkiraan Tanggal Dan Tanda-Tandanya

Jumat, 06 Maret 2026 | 10:07:43 WIB
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026 Ini Perkiraan Tanggal Dan Tanda-Tandanya

JAKARTA - Ramadan selalu menghadirkan berbagai momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. 

Di antara berbagai keutamaan yang ada dalam bulan suci ini, terdapat satu malam yang memiliki nilai ibadah luar biasa besar, yaitu malam Lailatul Qadar.

Malam yang sering disebut sebagai malam kemuliaan ini diyakini memiliki pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah dalam waktu yang sangat panjang. Karena keistimewaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah secara maksimal ketika Ramadan memasuki fase terakhir.

Tidak sedikit umat Muslim yang bertanya-tanya kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar terjadi setiap tahunnya. Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa waktu pastinya memang tidak disebutkan secara pasti. Hal ini bertujuan agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Namun demikian, para ahli fikih dan ulama memberikan panduan berupa perkiraan waktu yang biasanya menjadi momen kemunculan malam tersebut. Umumnya Lailatul Qadar diperkirakan terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Pada Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026, sepuluh malam terakhir diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan Maret. Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu tersebut dengan memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa.

Prakiraan Waktu Lailatul Qadar Berdasarkan Kalender Ramadan

Berdasarkan perkiraan kalender Hijriah 1447 H, sepuluh malam terakhir Ramadan 2026 jatuh pada pertengahan Maret. Rentang waktu ini menjadi periode yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar biasanya terjadi pada malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir Ramadan. Karena itu, umat Islam sering memfokuskan ibadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.

Perbedaan metode penentuan awal Ramadan juga membuat perkiraan tanggal malam ganjil bisa sedikit berbeda antara satu lembaga dengan yang lain. Meski begitu, perbedaan tersebut hanya berkisar satu hari saja.

Dengan memahami perkiraan tersebut, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk memaksimalkan ibadah pada malam-malam yang dianggap paling berpotensi menjadi Lailatul Qadar.

Prakiraan Malam Ganjil Versi Pemerintah

Berdasarkan perhitungan kalender yang digunakan pemerintah, berikut perkiraan malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 H:

Malam ke-21: 10 Maret 2026 malam
Malam ke-23: 12 Maret 2026 malam
Malam ke-25: 14 Maret 2026 malam
Malam ke-27: 16 Maret 2026 malam
Malam ke-29: 18 Maret 2026 malam

Rentang tanggal tersebut menjadi momen yang sering dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah malam seperti salat tahajud, iktikaf di masjid, serta membaca Al-Qur’an.

Prakiraan Malam Ganjil Versi Muhammadiyah

Sementara itu, perhitungan yang digunakan Muhammadiyah menghasilkan perkiraan tanggal yang sedikit berbeda.

Berikut prakiraan malam ganjil menurut versi Muhammadiyah:

Malam ke-21: 9 Maret 2026 malam
Malam ke-23: 11 Maret 2026 malam
Malam ke-25: 13 Maret 2026 malam
Malam ke-27: 15 Maret 2026 malam
Malam ke-29: 17 Maret 2026 malam

Perbedaan ini biasanya terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan tidak selalu sama. Namun pada praktiknya, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan.

Sebagian ulama memberi perhatian lebih pada malam ke-25, 27, dan 29. Bahkan sahabat Nabi, Ubay bin Ka’ab, meyakini malam yang paling mendekati adalah malam ke-27.

Karena waktunya tidak pasti, umat Islam dianjurkan tetap beribadah setiap malam. Dengan cara ini, peluang mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar menjadi lebih besar.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Selain membahas waktu kemunculannya, banyak ulama juga menjelaskan beberapa tanda yang diyakini berkaitan dengan malam Lailatul Qadar. Penjelasan tersebut bersumber dari berbagai hadis Nabi Muhammad SAW.

Malam Tenang dan Nyaman

Salah satu tanda Lailatul Qadar adalah kondisi malam yang terasa tenang dan nyaman. Suasana tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Dalam hadis riwayat Ath-Thabrani disebutkan:

???????? ????????? ???????? ???????? ???????? ??? ??????? ????? ?????????

“Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan.”

Matahari Terbit Tidak Menyilaukan

Tanda lainnya terlihat pada kondisi matahari pada pagi hari setelah malam tersebut. Matahari terbit dengan cahaya putih tanpa sinar yang menyilaukan.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

?????????????? ???? ???????? ????????? ??? ????????? ????????? ????????? ??? ??????? ?????

“Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyilaukan.”

Malam Terasa Cerah

Beberapa riwayat juga menyebutkan malam Lailatul Qadar terasa cerah dan terang. Suasananya digambarkan seperti cahaya bulan yang menerangi langit.

Kondisi ini membuat langit terlihat lebih bersih dan damai dibandingkan malam biasanya.

Bintang Tidak Tampak Jelas

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa bintang-bintang pada malam tersebut tidak tampak begitu jelas. Langit terlihat berbeda dari malam biasa.

Meskipun tanda ini tidak selalu bisa diamati secara pasti, beberapa ulama menyebutnya sebagai salah satu indikasi yang sering disebut dalam riwayat hadis.

Hati Merasa Tenang dan Khusyuk

Selain tanda yang berkaitan dengan kondisi alam, ada pula tanda spiritual yang dirasakan oleh sebagian orang yang beribadah pada malam tersebut.

Para ulama menyebut bahwa seseorang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar sering merasakan ketenangan batin dan kekhusyukan yang lebih mendalam.

Perasaan damai ini diyakini sebagai salah satu bentuk rahmat yang Allah berikan pada malam penuh kemuliaan tersebut.

Keutamaan Besar Malam Lailatul Qadar

Selain tanda-tandanya, malam Lailatul Qadar juga memiliki berbagai keutamaan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Beberapa keutamaan tersebut antara lain:

Malam Penuh Keberkahan: Allah SWT menetapkan berbagai takdir penting pada malam tersQadar

Pahala Lebih Baik dari Seribu Bulan: Nilai ibadah pada malam ini melebihi ibadah selama seribu bulan.

Turunnya Malaikat Rahmat: Malaikat Jibril bersama malaikat lainnya turun membawa rahmat.

Malam Keselamatan: Malam tersebut dipenuhi kedamaian hingga terbit fajar.

Pengampunan Dosa: Orang yang beribadah dengan iman akan diampuni dosa-dosanya.

Keutamaan inilah yang membuat umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Karena waktunya tidak diketahui secara pasti, cara terbaik untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak ibadah setiap malam pada periode tersebut.

Dengan kesungguhan dan keikhlasan, umat Islam berharap dapat memperoleh pahala besar serta keberkahan dari malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan itu.

Terkini