Hunian

Huntara Danantara Siap Pulihkan Kehidupan Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

Huntara Danantara Siap Pulihkan Kehidupan Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra
Huntara Danantara Siap Pulihkan Kehidupan Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra

JAKARTA - Danantara Indonesia menegaskan perannya sebagai BUMN yang hadir nyata dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatra. 

Dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp400 miliar, perusahaan fokus membangun hunian sementara (huntara) yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, untuk hampir 1.500 unit hunian. 

Langkah ini diambil agar warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana November 2025 lalu memiliki tempat tinggal layak, sekaligus memulai proses pemulihan pascabencana.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pembangunan huntara adalah tahap awal sebelum dibangunnya hunian tetap (huntap). 

“Jadi setelah ada huntara, kami akan berupaya membangunkan hunian tetap (huntap). Tapi dalam perjalanannya, bantuan ternyata tidak semua yang mau dibangunkan huntap di lokasi yang telah dipilih oleh pemerintah daerah, dan kemudian ada beberapa masyarakat yang cenderung minta uang cash, karena ingin membantu tempat sendiri,” katanya.

Pembangunan Huntara di Sumatra Memberikan Tempat Tinggal Layak

Dony yang meninjau langsung huntara di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, menilai kondisi fisik hunian sementara yang dibangun Danantara melalui PT Nandya Karya sangat baik. 

“Saya merasa senang, karena dari kondisi huntara yang dibangun Danantara yang melibatkan PT Nandya Karya, secara fisik sangat bagus. Jadi dengan adanya huntara yang dibangun Danantara ini, merupakan bentuk BUMN harus hadir di saat masyarakat membutuhkan, dan segala sesuatunya turut dibantu BUMN,” tegasnya.

Pembangunan huntara ini menjadi solusi bagi warga yang terdampak bencana, terutama menjelang bulan Ramadan. Dony berharap keberadaan hunian sementara bisa membuat masyarakat lebih tenang dan fokus pada pemulihan ekonomi keluarga serta aktivitas ibadah.

Selain huntara, pembangunan huntap untuk korban bencana di Rambatan, Tanah Datar, juga akan segera dilakukan. Kawasan ini sebelumnya terdampak banjir bandang pada 2024, sehingga proses pemulihan di area tersebut merupakan upaya berkelanjutan untuk mengembalikan kehidupan warga ke kondisi normal.

Sinergi Pemerintah dan BUMN untuk Pemulihan Pascabencana

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan bahwa pembangunan huntara merupakan hasil sinergi antara BP BUMN dan Danantara. Gerak cepat ini mencerminkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemulihan pascabencana, khususnya di Sumbar.

Selain hunian, Andre menekankan pentingnya pemulihan sektor pertanian. “Hunian telah direalisasikan, dan pemulihan lahan pertanian juga akan terus bergerak, sehingga masyarakat bisa kembali bertani, dan saya berharap perekonomian masyarakat pun berangsung membaik ke depannya,” ujar Andre, dari dapil Sumbar. 

Langkah ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal hunian, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian.

Strategi Huntara dan Huntap di Tanah Datar

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menjelaskan bahwa pembangunan huntara dilakukan dengan dua metode: mandiri atau terpadu. Dari data yang tercatat, ada 353 jiwa terdampak bencana, dengan kondisi rumah rusak ringan hingga berat. 

“Jadi khusus untuk yang berat, kami bangunkan huntap, dan kemudian rusak ringan ada huntara yang bisa ditempati dulu, serta ada juga masyarakat yang memilih tinggal ke rumah sanak saudara,” jelas Eka.

Belum semua masyarakat terdampak memilih tinggal di huntara yang dibangun pemerintah. Sebagian memilih membangun mandiri, namun seiring pembangunan huntara dan huntap, pemerintah menyediakan Dana Tunggu Hunian (DTH) melalui BNPB. 

“Kini dana tunggu hunian ini akan segera dicairkan. Karena dengan adanya dana tunggu hunian tersebut sebagai bentuk upaya pemerintah agar masyarakat yang terdampak tetap bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, seiring tengah berjalannya ibadah puasa Ramadan,” tambahnya.

Upaya Produktivitas dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Pemkab Tanah Datar tidak ingin program hunian berakhir hanya sebagai tempat tinggal sementara. Eka menegaskan bahwa masyarakat juga akan didorong tetap produktif melalui pengembangan UMKM dan pertanian di kawasan huntap. 

“Nah, di lokasi pembangunan huntap ini kami lihat akan muncul masalah baru yakni soal perekonomian masyarakat. Makanya, kami ingin meningkatkan perekonomian, melalui pembentukan kelompok penjahit dan kelompok tani,” ujar Eka.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada hunian fisik, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Dengan dukungan BUMN dan pemerintah pusat, masyarakat diharapkan dapat kembali produktif, mandiri, dan pulih secara ekonomi.

Harapan Pemerintah dan BUMN untuk Pemulihan Masyarakat

Kehadiran Danantara melalui pembangunan huntara dan huntap memberikan bukti nyata bahwa BUMN bisa hadir di tengah kesulitan masyarakat. Dengan dukungan legislatif dari DPR dan koordinasi pemerintah daerah, proses pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan terstruktur.

Eka Putra menutup pernyataannya dengan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. “Kami sangat berterima kasih, karena turut didukung pemerintah pusat termasuk dari perwakilan rakyat di DPR RI yang gigih berjuang untuk daerah yakni Andre Rosiade,” tutupnya. 

Upaya ini diharapkan menumbuhkan rasa aman, stabilitas sosial, serta membangun kembali kehidupan masyarakat Sumatra yang terdampak bencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index